Camilan

6 Resep Camilan Rumahan Tanpa Oven, Rasanya Selevel Kafe

6 Resep Camilan Rumahan Tanpa Oven, Rasanya Selevel Kafe
Menikmati camilan lezat di rumah kini tak lagi bergantung pada oven atau mixer

JAKARTA - Menikmati camilan lezat di rumah kini tak lagi bergantung pada oven atau mixer. 

Dengan teknik sederhana seperti mengukus, menggoreng, atau memanfaatkan teflon, Anda bisa menciptakan kudapan sekelas kafe langsung dari dapur minimalis. Kuncinya terletak pada pengadukan manual yang tepat dan pengaturan suhu api agar tekstur camilan tetap sempurna dan menggugah selera.

Selain rasanya yang nikmat, membuat kudapan sendiri memberikan kontrol penuh atas kualitas bahan dan kebersihan. Aktivitas ini tidak hanya lebih hemat, tapi juga menjadi sarana relaksasi setelah seharian beraktivitas. Sambil menikmati hasil masakan, Anda bisa bersantai di area terbuka rumah bersama keluarga.

Salah satu momen terbaik menikmati camilan adalah saat sore hari di teras rumah. Bahkan teras lahan terbatas yang muat kursi tamu sudah cukup untuk menciptakan suasana santai. Penataan ruang yang cerdas memungkinkan Anda tetap bisa menjamu teman atau kerabat dengan sajian buatan sendiri tanpa harus punya dapur besar.

Brownies Kukus Nyoklat, Lembap dan Padat

Brownies kukus tetap menjadi favorit karena teksturnya lembap dan padat meski dibuat tanpa mixer. Rahasianya adalah memastikan gula larut sempurna dalam telur sebelum dicampur dengan cokelat leleh. Camilan ini sangat cocok dinikmati di teras rumah yang minimalis namun tetap fungsional.

Bahan yang diperlukan sangat sederhana: tepung terigu, telur, gula, cokelat batang leleh, margarin, dan cokelat bubuk. Pengadukan manual menggunakan whisk cukup untuk menghasilkan adonan halus. Kukus adonan selama 25-30 menit dengan api sedang agar matang merata.

Teknik sederhana ini membuat brownies tetap empuk dan moist, sehingga saat disantap langsung terasa sensasi ala kafe. Dengan sedikit kreativitas, Anda bisa menambahkan kacang atau meses sebagai variasi.

Martabak Lenggang Praktis untuk Keluarga

Martabak lenggang menjadi alternatif praktis dibanding martabak besar. Dimasak satu per satu di teflon kecil, camilan ini empuk dengan beragam isian sesuai selera. Ukurannya yang mungil membuat anak-anak mudah menikmatinya tanpa banyak piring tambahan.

Bahan utama meliputi tepung terigu, telur, susu cair, gula, ragi instan, dan pewarna makanan opsional. Campur bahan kering, tuang susu dan telur sedikit demi sedikit sambil diaduk, lalu diamkan adonan 30 menit hingga berbuih. Panggang satu sendok sayur adonan, beri isian meses atau selai, dan lipat selagi hangat.

Kelebihan martabak lenggang adalah fleksibilitas penyajiannya. Anda bisa menyesuaikan topping sesuai selera keluarga, menjadikannya camilan personal dan menyenangkan di sore hari.

Tahu Walik Krispi, Gurih dan Kenyal

Tahu walik asal Banyuwangi kini populer karena sensasi renyah di luar dan kenyal di dalam. Membuatnya cukup mudah, tanpa alat khusus, hanya pisau dan penggorengan. Menikmati tahu walik hangat dengan cabai rawit di teras rumah memberikan pengalaman ala street food di rumah sendiri.

Bahan yang diperlukan termasuk tahu pong, tepung tapioka, terigu, daun bawang, bawang putih, garam, dan merica. Tahu dibelah dan dibalik bagian dalamnya, diisi adonan kental, lalu digoreng hingga garing kecokelatan. Proses ini menjamin tekstur renyah di luar namun lembut di dalam.

Sensasi gurih dan pedasnya bisa disesuaikan dengan selera. Cocok untuk teman minum teh atau kopi sore hari sambil bersantai di kursi teras yang nyaman.

Bola-Bola Ubi Kopong, Viral dan Unik

Camilan tradisional ini sempat viral karena teksturnya unik: garing di luar tapi kopong di dalam. Rahasianya adalah teknik menekan bola ubi saat digoreng agar mengembang sempurna. Bahan-bahannya sederhana: ubi kuning kukus, tepung tapioka, tepung maizena, gula halus, dan baking powder.

Setelah adonan dibentuk bulat, goreng dengan api kecil. Saat setengah matang, tekan berkali-kali hingga bola ubi mengembang dan kopong. Bola-bola ubi cocok disajikan hangat, memberikan sensasi kriuk di luar dan ringan saat digigit, membuat camilan ini disukai semua usia.

Pisang Goreng Madu, Manis Alami

Pisang goreng madu memiliki warna karamel gelap yang menggoda, serta rasa manis yang meresap. Camilan ini paling pas menemani secangkir teh hangat di sore hari. Teras rumah lahan terbatas yang nyaman cukup untuk menikmati kudapan ala kafe ini.

Bahan yang digunakan: pisang raja matang, tepung terigu, tepung beras, madu, garam, dan air secukupnya. Pisang dibalut adonan kental lalu digoreng hingga cokelat gelap karamel. Teknik ini memastikan pisang matang merata dan tetap lembut di dalam.

Camilan ini mudah dikreasikan, misalnya menambahkan taburan keju atau meses agar lebih variatif. Menyantapnya di sore hari menghadirkan pengalaman ngemil ala kafe tanpa harus keluar rumah.

Churros Simpel dengan Saus Cokelat

Churros ala Spanyol dapat dibuat tanpa oven dengan teknik digoreng. Adonan dimasak terlebih dahulu di atas kompor sebelum dibentuk. Sajikan dengan saus cokelat kental untuk pengalaman premium yang sederhana di rumah.

Bahan terdiri dari terigu, air, margarin, telur, gula, dan cokelat batang leleh untuk saus. Masak air, margarin, dan gula hingga mendidih, matikan api, masukkan terigu dan aduk cepat hingga kalis. Setelah dingin, masukkan telur, semprotkan adonan ke minyak panas menggunakan plastik segitiga, goreng hingga kuning keemasan.

Churros ini menjadi camilan favorit seluruh anggota keluarga karena rasa manis dan teksturnya yang lembut namun renyah. Dengan teknik sederhana, kudapan ala kafe kini bisa dinikmati langsung di rumah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index