JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas sejumlah isu strategis yang akan memperkuat industri nasional, pengembangan teknologi, serta proyek hilirisasi dan energi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa fokus utama dalam ratas ini adalah penguatan industri tekstil dan garmen, yang dianggap sebagai sektor vital dalam perekonomian Indonesia. Sebagai sektor yang menyerap banyak tenaga kerja, Prabowo menekankan pentingnya perbaikan rantai pasok untuk meningkatkan daya saing industri tekstil dan garmen nasional.
“Presiden menaruh perhatian besar pada penguatan sektor tekstil, karena ini merupakan sektor utama yang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menopang ekonomi manufaktur Indonesia,” ujar Teddy.
Perbaikan Rantai Pasok Sektor Tekstil untuk Tingkatkan Daya Saing
Prabowo memandang bahwa penguatan sektor tekstil dan garmen bukan hanya soal peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga mencakup perbaikan menyeluruh pada rantai pasok. Menurut Presiden, untuk mencapai daya saing yang lebih tinggi, sektor ini membutuhkan revitalisasi yang melibatkan berbagai pihak, dari hulu hingga hilir.
“Penguatan dalam industri tekstil/garmen harus dimulai dengan revitalisasi rangkaian supply chain, dari bahan baku hingga distribusi produk jadi,” tambah Teddy. Presiden Prabowo percaya bahwa sektor ini akan semakin berdaya saing di pasar global dengan memperbaiki efisiensi dan inovasi dalam setiap tahap produksinya.
Fokus pada Pengembangan Teknologi dan Hilirisasi
Selain industri tekstil, ratas yang digelar juga membahas masalah pengembangan teknologi dan percepatan proyek hilirisasi yang menjadi bagian dari prioritas pemerintahan Presiden Prabowo. Teddy menjelaskan bahwa sektor hilirisasi dan pengembangan energi menjadi topik utama lainnya dalam pembahasan tersebut.
Pengembangan teknologi, khususnya dalam bidang semikonduktor dan teknologi tinggi lainnya, akan mendukung penguatan industri otomotif dan elektronik Indonesia. Sementara itu, proyek hilirisasi yang tengah dipersiapkan pemerintah di berbagai sektor diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi produk Indonesia dan memperkuat ekonomi nasional.
“Untuk mempercepat hilirisasi, kami akan memfokuskan upaya pada proyek-proyek skala besar yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan dan lapangan pekerjaan di dalam negeri,” terang Teddy. Pemerintah berencana untuk mengembangkan berbagai proyek hilirisasi di sektor-sektor strategis seperti energi, pertambangan, dan manufaktur.
Penguatan Infrastruktur Energi sebagai Pendukung Pertumbuhan Ekonomi
Dalam ratas tersebut, Prabowo juga menyoroti pentingnya pengembangan infrastruktur energi yang terintegrasi sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat perekonomian Indonesia. Proyek energi yang tengah berjalan, termasuk proyek kilang minyak dan gas, mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo sebagai salah satu sektor yang dapat mempercepat kemajuan ekonomi nasional.
“Pembangunan infrastruktur energi yang terintegrasi akan sangat mendukung upaya memperkuat struktur ekonomi Indonesia, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Ratas ini juga mencakup evaluasi terhadap berbagai kebijakan industri yang telah dijalankan pemerintah, serta mencari solusi untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Menurut Teddy, Presiden menekankan perlunya sinergi antara sektor-sektor industri, pemerintah, dan dunia usaha untuk mencapai tujuan tersebut.
Pembahasan Terkait Hilirisasi Proyek dan Investasi
Seiring dengan meningkatnya permintaan untuk produk hilirisasi, Presiden Prabowo berharap agar sektor ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Pembahasan terkait proyek hilirisasi diharapkan dapat memberikan dampak yang luas, baik dari sisi investasi, penciptaan lapangan pekerjaan, hingga peningkatan kapasitas produksi nasional.
Sebagai contoh, proyek hilirisasi energi yang telah dimulai diproyeksikan akan menciptakan lapangan kerja bagi ribuan pekerja di berbagai sektor, termasuk sektor konstruksi, manufaktur, dan distribusi. Dengan ini, pemerintah berharap agar sektor energi dapat mendukung keberlanjutan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
“Proyek-proyek hilirisasi yang sedang kami kerjakan ini bukan hanya untuk menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor,” tambah Teddy.
Ratas Ini Dihadiri Beberapa Menteri Kabinet Merah Putih
Rapat terbatas yang digelar di Hambalang ini dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Kehadiran menteri-menteri terkait menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara berbagai sektor untuk mencapai target-target ekonomi yang ambisius.
Para menteri tersebut memberikan masukan terkait langkah-langkah yang perlu diambil untuk mempercepat perkembangan sektor-sektor strategis di Indonesia, dengan harapan bahwa rencana-rencana tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.