KEK ETKI Banten Dinilai Strategis Tarik Investasi Ekonomi Kreatif Nasional

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:30:10 WIB
KEK ETKI Banten Dinilai Strategis Tarik Investasi Ekonomi Kreatif Nasional

JAKARTA — Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) di Banten dinilai memiliki peran strategis dalam menarik investasi, khususnya pada sektor ekonomi kreatif. 

Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru yang bertumpu pada penguatan talenta, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta pengembangan ekosistem industri berbasis kreativitas dan inovasi.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa keberlanjutan investasi dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi kunci agar KEK ETKI mampu memberikan dampak ekonomi yang optimal. Ia menekankan pentingnya melanjutkan berbagai rencana dan investasi yang telah dicanangkan sebelumnya agar manfaat kawasan ini dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Apa yang sudah diinvestasikan, direncanakan, dan diberikan dari perpres atau dukungan Pemerintah sebelumnya harus bisa berlanjut. Kementerian Ekraf sangat mengapresiasi KEK ETKI yang melihat bagaimana ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dimulai dari daerah, sebab negara-negara yang ekonomi kreatifnya maju di dunia tentu punya akar budaya yang kuat,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Rabu.

KEK ETKI Kembangkan Ekosistem Berbasis Inovasi

KEK ETKI berlokasi di kawasan D-HUB Special Economic Zone (SEZ) BSD City, Banten. Di dalam kawasan ini telah dikembangkan berbagai fasilitas pendukung, seperti Biomedical Campus, co-production facility, serta inkubator Intellectual Property (IP). Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem yang mendorong kolaborasi antara pelaku industri, akademisi, dan inovator.

Dalam kunjungannya ke kawasan tersebut, Menteri Ekraf menekankan bahwa KEK ETKI menawarkan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal yang dirancang untuk meningkatkan minat investor. Insentif tersebut menjadi daya tarik penting, terutama bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di sektor pendidikan, kesehatan, teknologi, dan industri kreatif.

Selain insentif, kawasan ini juga menawarkan ekosistem yang mendukung terciptanya lapangan kerja berkualitas. Layanan kesehatan dan pendidikan kelas dunia yang terjangkau, serta pertumbuhan industri kreatif, dinilai dapat menjadi fondasi utama bagi pengembangan D-HUB SEZ BSD City sebagai kawasan unggulan.

Kontribusi Ekonomi Kreatif terhadap Investasi Nasional

Menteri Ekraf juga menyoroti kontribusi signifikan sektor ekonomi kreatif terhadap realisasi investasi nasional. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kompetitif.

“17 subsektor ekraf mencapai 9 persen dari total realisasi investasi nasional untuk 2025. Ini menunjukkan sumber daya manusia di Indonesia sudah siap dan mampu membentuk ekosistem sehingga membuat iklim investasi semakin menarik. Maka diperlukan penguatan aktivasi KEK ETKI sehingga investasi bisa segera masuk ke daerah dan talenta ekraf bisa lebih produktif,” tegas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa KEK ETKI tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta ekonomi kreatif yang berorientasi pada produktivitas dan daya saing global.

Dasar Hukum dan Fokus Pengembangan KEK ETKI

KEK ETKI secara resmi ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024. Kawasan ini difokuskan sebagai pusat digital (digital hub) dan inkubator bagi perusahaan rintisan atau startup. Dengan fokus tersebut, KEK ETKI diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga terhadap aspek sosial dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui pengembangan digital hub dan inkubator startup, kawasan ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi inovasi dan kreativitas, sekaligus menjadi magnet bagi investor yang mencari ekosistem bisnis yang terintegrasi.

Peran Sinar Mas Land dalam Pengelolaan Kawasan

Sebagai pengelola KEK ETKI Banten, Sinar Mas Land menyambut baik kunjungan jajaran Kementerian Ekraf. Perusahaan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah dan menegaskan komitmennya dalam mengembangkan KEK ETKI sebagai pusat inovasi, kesehatan, dan pendidikan yang berbasis ekosistem digital serta ekonomi kreatif berkelanjutan.

Managing Director President Office Sinar Mas Land, Dony Martadisata, menjelaskan bahwa kawasan terintegrasi ini difokuskan pada empat sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, pengembangan teknologi, dan industri kreatif.

D-HUB SEZ memiliki luas sekitar 60 hektare dan menawarkan berbagai kemudahan investasi bagi investor lokal maupun global. Kemudahan tersebut mencakup insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance, pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN), bea masuk, serta cukai. Selain itu, tersedia pula insentif non-fiskal berupa penyederhanaan perizinan, kemudahan imigrasi, serta kelancaran arus barang dan tenaga kerja.

Infrastruktur dan Kolaborasi Jadi Kunci Daya Saing

Dony menambahkan bahwa keberadaan berbagai fasilitas pendukung, seperti experience and command center, diharapkan dapat memperkuat daya tarik D-HUB SEZ BSD City sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang nyata. Fasilitas tersebut juga dinilai mampu membuka peluang investasi yang lebih luas bagi negara dan dunia usaha.

“Dengan dukungan infrastruktur kelas dunia dan konektivitas bisnis global, D-HUB SEZ menghadirkan akses terhadap teknologi, talenta, serta kesempatan kolaborasi dengan jaringan internasional yang sangat dibutuhkan untuk mendorong perekonomian industri kreatif nasional. Semoga kunjungan kerja hari ini semakin memperkuat kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam memajukan ekonomi kreatif Indonesia,” tambah Dony Martadisata.

Menuju Pusat Ekonomi Kreatif Berkelas Dunia

Dengan dukungan kebijakan pemerintah, keterlibatan aktif sektor swasta, serta penguatan ekosistem digital dan kreatif, KEK ETKI Banten diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif nasional. Kawasan ini diharapkan tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menciptakan dampak jangka panjang bagi pembangunan ekonomi daerah dan peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.

Terkini